Kitamenemukandalam realitahidup banyak orangberanimenjawab “ya” berani bertanggungjawabatasjawabannya. Namun ironisnyaseringbukanlah jawaban yaterhadapsesuatu yang baik, tetapi ya terhadap sesuatuyangdalam ranahmoral, manusiawidan rohani sebagaisesuatuyangtidak benardanbaik. Kalauharusbertanggung jawab terhadap sesuatu yang tidak baik, sudah sepantasnya, tetapibertanggungjawabatasyayang diberikan kepadaseseorangyangmemberinyatugas di luar kemampuan dan keinginannyatetapi bisadilaksanakan dengan baik, tidak hanyadapatdipandangsebagai sebagaiprestasitetapi sebuah kemenangan kasih.
Dalam refleksiini kita mau menyorotlebih tajam, kehidupan seorangwanitayangsangat bertanggung jawab. Mariawanitadari Nasaret, yang kesederhanaannya mengagumkan.Wanitayang kuatdan perkasayang karena kekuatandan keperkasaan imannyamenjadikannyasosokyangsangatberbahagia.
Maria, wanitayang sangat bertanggung jawabini,dalam ranahtertentudapatdisebutsepertiseorang pemimpin. Karenasemangatpemimpin adalah bertanggung jawabatas semua yang menjaditugas, kewajiban dan wewenangnya. Seorang pemimpin yangsetelah merespon harus memiliki kemampuan, kesanggupan untuk bertindak. Mariamemilikikemampuan itusetelahberani merespon tawaran Allah melalui malaikatGabriel dengan fiatnya.Aku ini hambaTuhan, jadilah padaku menurutperkataanmu itu.
Meskidapatkita bayangkanbahwarespon yangdiberikannyatidak memiliki jaminanapa-apadi masa yang akan datang dan Maria mungkintidakmemiliki kemampuan visionersebagaimanayangharusdimiliki oleh pemimpin-pemimpin besardunia, tetapi Maria memiliki anteneiman dan kasih yang besarpadaAllah. Makaseluruhtindakan hidupnya, setiap pilihan yang diputuskannyadia berusaha mengikuti anteneimannyayang berasal dari intuisibatinnya yanghening dan budinyayangbening.
Kitasering mendengarfirman, orang yang setiadanbertanggung jawab terhadap hal-halkecil, akandiberikantugas dantanggung jawab dalam hal-hal besar. Kita semuameyakini, bahwatugasuntuk menjadiIbuJuruselamatadalahtugas yang maha besar. Barangkalidapatkita katakan, keberanian Tuhan memberi Mariatugassebesaritu, karenaDiayangmahatahuyang menyelami batin danmenenun pikiran dalam akal budi, tahu bahwadalam segala hal secarasempurnaMaria setiapada-Nya.
Wanita iniberani menerima tugasmaha besaritu. Jawaban fiatnya yang heroic tidakdimulai dari kesanggupannyakarenamerasabisasebagaimanaterjadi pada para pemimpinkita yang sadarbetul akan kemampuan dirinya. Tetapi wanitaini merespon tawaran Allah, diawali dengankesadaran dirisebagaihambayang hanyatahu apayangharusdilakukannya menurutkehendak tuannya. Makabisa kitapastikan bahwarasatanggungjawabnyamunculdan memampukannyasanggupmelaksanakan semua yang dikehendaki Allah semata-matakarena ketergantungannyasecarapenuh, utuh padaAllah yang sangatdipercayainya sebagaisosok yangmenjamin seluruhhidupnyadan tidak akan mengecewakannya.
Wanitainibertanggungjawab atastugasnya sebagaiibu yang dari hakekatnyadapatmengandung, melahirkan, menyusui, merawat, membimbing.Wanitaini tahu, bahwasaatmengandungadalah saatterpentinguntuk menjagakandungannyakarenasejak dalam kandungansi janin sudah dapat merasakan semuayangsangatmenentukan kehidupan janin di kemudian hari. Karena itu, wanitainimengaturpola pikir, pola rasa dan tindakannyasebaik mungkin agarsuasana ini mendukung perkembangan janin dalam rahimnya. Wanitaini membawajanin dalam kandungannyamenyusuridaerah yangcukup jauhuntuk mengunjungisaudaranya Elisabet untuk berbagi kasih dan kegembiraan dan melayanisaudaranyayang sedang membutuhkan pertolongan. Penginjil Lukas mencatat, pertemuan kedua wanita, Maria dan Elisabetmembawasukacita yang besar bagi keduajanin, Yesusdan Yohanesdalam rahim mereka.
Menarik untuk kitarenungkan, sejak masih dalam rahimnyaMariatelah menanamkansemangatberbagi kegembiraan dan sukacita, semangatmissioner kepadajaninnya. Secaramanusiawi kitakatakan, tidaklah mengherankan jikaYesusnantinya berkembangmenjadi seorang manusiayang berkeliling sambil berbuat baik danmewartakan yang baik. Tanggung jawab wanita inisebagaiibu telah dimulai sesaatsetelahdia berani merespon tawaran Allah.
Ketikasi janin masih dalam rahimdan bahkansudah sampai genap waktunya untuk melahirkan, wanita ini bersama Yosep suaminyatetapbersikukuh taat pada peraturanpemerintah bangsanyauntuk mengadakan sensus penduduk didaerah asalnya, Betlehem. Bisadibayangkan, banyak kesulitan dalam perjalanan.Wanitayang bertanggungjawab ini, tidak memikirkan dirinya sendiri. Bersama suaminya, dia tunjukan rasa tanggung jawabnya sebagai seorang warga Negara, taat dan patuh padaperaturan, bahkan tidak meminta kemudahan atau dispensasi, seperti yang biasa kita lakukan.Perjalanan panjang, melelahkan,menanggungkesakitan dan penderitaan berani ditempuh. Wanita inisecaratidak langsung mengajarkan dan menularkansemangatjuang, keberanian untuk bertahan dan menderita kepadasi janin. Tidak mengherankan ketikadewasa secaramanusiawidapat kita pandang, kekuatan dan ketahanan Yesus untukmemikul salib yang berat dalam perjalanan menuju Golgotatelah mulai terbentukdan terlatihsejakdalam kandungan ibu-Nya.
Wanitaini telahmenularkandan mengajarkankemampuan-kemampuan tertentu kepadaPuteranya sejak dalam rahimnya. Tidak cuma itu, dalam dua perjalanan panjangsemasawanita ini mengandung yaknike Yehudadan menuju Betlehem, tiada hentinya wanita ini mengelus perutnyadengan penuh kelembutan, mengajak bicarabayinyayang sesekali bergerak – gerak dalam rahimnya. Wanita ini berceritatentang pemandangan indah, tentang pohon dan burung,matahari yang bersinar dengan terik dan harus berteduh. Wanita ini berceritakepadabayi dalam rahimnya tentang orang yang lalu lalangdi sekitarnya, tentang pemilikpenginapan yang menolak mereka untuk berteduh dan menenangkan bayinya supaya bersabardan tidak cepat-cepatkeluar, karena masih ada cukup waktu. Wanita ini sambil mengelusperut berkisah tentang usahaayahnyauntuk mencaritempatyang layak bagimereka untuk beristirahat. Mengajak bayinya berdoaagarTuhan menolong dan menyelamatkan mereka. Setelah mendapattempatuntuk beristirahat meskicuma sebuah kandanghewan, wanita inimengisahkan kepadabayinyayang sesaat lagi akan keluaruntuk berdoa dan bersyukurbahwamasih ada tempat bagi mereka untuk berteduh. Wanitaini mengajak bayinya bersyukur bahwamereka telah tiba dengan selamat dan sudah mendapatkan tempatyang nyaman. Dan bayi punlahir. Dapatkita bayangkan dengan tangisan kegembiraan dan sukacitakarenamenemukan semua yang nyamansebagaimanatelah dikisahkan ibunya dalam perjalanannya.
Luar biasa sikap tanggung jawab wanita ini. Tidak heran jikadi kemudian hari kita menemukan betapaYesusputeraMaria, berkembang menjadi seorang manusiayang sangatsabar, memandangdengan penuh kasih dan kelembutan, tidak punya tempatuntuk meletakan kepaladalam perutusan-Nnya. Patuh dan taat padaperaturan untuk membayarpajak. Dia mudah tersentuh danhati-Nya penuh dengan belaskasihan, karenarekaman pengalaman hidup semasa dalam rahim ibu-Nya sangatbaik dan mempesona.
Wanitainibukan pemimpin tetapi tanggungjawabnya melebihi pemimpin diduniaini. Sebagaiibu, wanitaini sangattelaten dan memberi yang paling baikuntuk anaknya sejak dalam kandungan. Kelihatannya sangatbiasa, tetapi tanggung jawab besarsebagai ibu sebagaimana ibu-ibu lainyang seharusnya demikian,mendidik, membimbingdan memberikan segalanutrisirohani dan jasmani yang baik untuk anaknya.
Bagaimana mungkin kita tidak mengagumi seluruh tindakan tanggung jawabnya. Belum apa-apa yang dapat kita renungkan. Baru dalam rahim, bagaimana kisah selanjutnya dapat kita bayangkan sendiri. Kalau kita mengira bahwa yang bertanggung jawab atas hidup ini, adalah mereka yang dipercaya sebagai pemimpin, pembesar, petinggi, sesungguhnya kita salah besar. Siapapun, yang telah menerima kepercayaan untuk hidup di dunia ini, memiliki tanggung jawab besar untuk memperkembangkan hidup sesamanya, tidak peduli siapapun dia. Berbahagialah ibu-ibu yang mengandung yang memiliki kesempatan untuk memperkembangkan hidup anaknya sejak dalam kandungannya. Berbahagialah kita yang mungkin belum atau tidak punya kesempatan untuk mengandung tetapi memiliki kesempatan untuk mewartakan bahwa tanggung jawab kita harus sudah dimulai sejak kita menjawa ya terhadap sebuah tawaran kehidupan. Semoga Bunda Maria mendokan kita menjadi pribadi yang bertanggung jawab atas panggilan hidup kita masing-masing.***
Setiapmanusiayangberakal budi diberikankesempatan untuk memilih pilihansesuai yang dianugerhkan kepadanya dari semula. Begitu pun aku. Aku hadirdidunia melaluiorang tuaku. Akumembawawajah dan sifat-sifat mereka dalam diriku. Aku bertumbuh dan berkembangdalam asuhan merekadandalamperjalanan hidup mulai tahu memilih dari hal-hal kecil, tahu yang enak dan tidak enak. Dari mereka aku belajar mengenal danmemilih manayang baik ataubukan.
Seiring bergulirnya waktu, polapemikiran dan nilai-nilai hidup yangtertanam dalam diriku semakinmembantu aku untuk berani menilaihal-hal yang baik dan burukdalam usiaku yang beranjakremaja.Faseperkembangan pikiran kian menuntut adanya kejelasanidentitasdiriku. Siapa dan bagaimana aku ini. Aku mulai memikirkanmakna hidupku dan apa yang haruskulakukan untukmengisihidupku.
Dengan berbagai pertimbangan, aku memutuskanuntuk mencari makna hidup yang mendalam dengan sebuah komitmenyang konsekuensinyasekalipilih dan diputuskan untuk seumur hidup. Dengan mau dan sadar akan konsekuensinyaakumemilih hidup membiara. Bukan tanpa perjuangan dan pemikiranyangmatang untuk mengambil sebuah keputusan sepenting ini. Bilakucoba melihatke belakang, apa yangkurangdi sana? Di luarsana, aku bisabebastanpa batas dandapat melakukas sesuatu semauku.
Namun, aku telah mendengar bisikan suara hatiku yang kupercayai sebagai suara Tuhan yang memanggilku tiada henti. Aku mau, aku rindu, aku merasa kosong dan aku haus. Aku butuh sesuatu atau seseorang yang mampu melegakan kehausan jiwaku. Seperti magnet, hatiku ditarik dengan kuat oleh suara itu. Suara yang selalu menggoda dan menantang aku. Aku percaya akan sabda-Nya.Aku percaya akan janji-Nya. Aku berharap langkahku tidak keliru dan suara itu tetap menuntun perjalanan hidupku. Aku berharap pada kepenuhan janji-Nya dan aku percaya aku tidak akan dikecewakan. Aku percaya dan berharap, selalu berjalan bersama-Nya, yang membawa aku hidup dalam harapan yang penuh dan utuh bahwa janji-Nya nyata seperti pelangi sehabis hujan yang selalu indah pada waktunya dan memberikan kebahagiaan.***M’Lina.